
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
![]() |
![]() 3 Pemimpi dalam Sang Pemimpi 3 Pertanyaan untuk Sang Pemimpi Film Laskar Pelangi memecahkan Rekor Penonton terbanyak film Indonesia. Tapi setelah itu apa? Apa yang dikejar oleh Sang Pemimpi? Angka yang lebih besar? Pada penonton, pada biaya, atau pada apa? Dua produser Sang Pemimpi memberi jawaban. Selain tantangan membuat sequel, apa yang menurut anda menjadi alasan Sang Pemimpi harus dibuat? Putut Widjanarko: Seperti halnya ketika memproduksi Laskar Pelangi, kami yakin memiliki cerita yang kuat, inspiratif. Kami ingin memperluas daya jangkau pesan-pesan inspiratif (persahabatan, semangat belajar, pengabdian guru) serta pesan sosial (marginalisasi masyarakat lokal karena persaingan korporat, pentingnya pendidikan) yang terkandung dalam Laskar Pelangi, dan juga kemudian Sang Pemimpi. Menurut Anda, apakah biaya 12 milyar untuk sang pemimpi mahal? Mira Lesmana: Mahal. Kalau boleh menjawab dengan jujur, Sang Pemimpi seharusnya dikerjakan dengan lebih murah, karena projection segment-nya lebih kecil, segmen remaja. Sedangkan Laskar Pelangi segmennya keluarga, yang penontonnya lebih besar. Seharusnya film ini dibuat dengan biaya lebih rendah daripada Laskar Pelangi. Tapi materinya sulit. Karena tuntutan cerita dan skenario, Sang Pemimpi lebih kaya akan event. Lokasi dan penggambaran event itu menuntut banyak, termasuk shooting underwater. Namun kita berhasil menurunkan dari budget 12,250 milyar ke 12 milyar pas. Kita menghemat 250 juta. Apakah dengan Sang Pemimpi Anda sedang mengulangi formula yang sama (dengan tim yang sama). Kalau tidak, apa sumbangan baru Sang Pemimpi? Putut Widjanarko: Pada prinsipnya sama, tim produksinya sama, dengan sedikit perbedaan. DOP-nya sekarang Gunnar Nimpuno, dulu Yadi Sugandhi. * * * |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs XML | Subscribe to RumahFilm.org by Email Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |