
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
Eastern Promises: Di penjara Rusia, tato adalah sebuah story telling. Mereka merajah tubuh untuk merekam masa dan ingatan. Ketika sebuah mayat ditemukan tanpa sidik jari dan gigi, tato mengidentifikasi dirinya. Polisi London tak mafhum. Bagi mereka, mungkin tato hanya lukisan yang biasa ada di tubuh seorang bajingan. Untungnya, seorang Rusia ada di sana, bekerja sama dengan polisi London. Mayat itu berhasil dikenali, seorang anggota Vory V Zakone, sebuah organisasi mafia Rusia. Tato adalah sebagian cerita. Lain dengan Tatiana yang bercerita lewat buku harian. Dia perempuan berusia 14 tahun. Dia hanya ingin hidup yang lebih baik seperti harapan imigran kebanyakan. Bapaknya sudah mati. Terkubur oleh tanah. Bukan di kuburan, tapi di sebuah pertambangan. Seperti Rusia yang sudah terkubur, begitu tulisnya. London, Amsterdam, Paris menjadi harapan bagi imigran Rusia. Seperti layaknya harapan, dia tidak melulu menjadi kenyataan. Hidup Tatiana berakhir naas. Dia mati meninggalkan bayi dan sebuah diary –keduanya menjadi kunci motif untuk film ini. Eastern Promises adalah karya terbaru David Cronenberg (History of Violence, Videodrome), menyajikan realitas imigran Rusia di London dalam sosok Samyon sebagai bos mafia, Nikolai sebagai supir Kirell anak Samyon, Tatiana sebagai imigran baru, dan Anna seorang keturunan Rusia. Anna, seorang pekerja rumah sakit, bertemu Tatiana yang dalam keadaan sekarat. Tatiana dalam keadaan hamil besar dan mengalami pendarahan. Jiwanya tidak tertolong. Namun bayi dalam rahimnya selamat. Karena tidak diketahui siapa keluarga Tatiana, Anna yang tidak bisa berbahasa Rusia mencoba mencari tahu siapa keluarga Tatiana lewat sebuah kartu dan buku harian yang ia temukan. Anna yang tinggal bersama bibi dan pamannya yang mengaku eks KGB, meminta pamannya untuk menerjemahkan buku harian tersebut. Pamannya menolak. Sementara itu, alamat di kartu yang ditemukan Anna ditas Tatiana membawanya bertemu dengan Samyon, bos Mafia yang jago masak dan sayang keluarga. Samyon pun menawarkan bantuan untuk menerjemahkan buku harian itu. Anna sepakat, tanpa mengetahui bahwa pamannya juga diam-diam menerjemahkan buku harian tersebut. Mudah ditebak. Buku harian itu adalah sebuah awal konflik yang membawa cerita. Mempertemukan tokoh-tokohnya dalam nuansa suspense dan dramatis. Pembunuhan dimulai. Intrik berjalan. Darah bermuncratan khas Cronenberg, memenuhi frame. Kekerasan menjadi begitu dekat. Kamera pun bergerak mengikuti kisah para imigran ini. Menakjubkan bahwa pemain-pemainnya, seperti Naomi watts, Vincent Cassel, Viggo Mortensen, Armin Mueller, bukanlah orang Rusia. Cronenberg bilang, ia punya dua pilihan dalam menggunakan aktor. Aktor bukan Rusia tapi mampu beraksen ala Rusia, atau aktor Rusia sungguhan. Cronenberg memilih yang pertama dan hasilnya memang mengaggumkan. Mortensen bermain luar biasa. Mulai dari isyarat tubuh sampai aksen sangat meyakinkan sebagai seorang Rusia. Nuansa Rusia menjadi begitu kental. Elemen-elemen yang dimunculkan dalam staging hingga scoring memperkuat tonalitas film ini. Film ini juga kuat dalam naratif. Penyajian informasi dikelola dengan baik. Bagaimana informasi dibuka bertahap dan perlahan menjadikan suspense-nya kuat. Kontinuitas cerita bergerak seiring detak nadi penonton. Hal-hal di atas menjadikan Eastern Promises sebagai film mafia yang berbeda dan memang perlu ada. Di film ini, korban yang bisu diberikan suara. Suara korban yang biasanya dalam film Mafia tak terdengar tenggelam dalam hiruk-pikuk perebutan kekuasaan diberikan alat pengeras. Inilah film mafia yang bercerita tentang lemahnya posisi imigran perempuan, tentang woman trafickking, dan hasrat manusia untuk bertahan hidup. Lewat buku harian di akhir film, Tatiana kembali berujar, “Aku hanya ingin hidup lebih baik.” *** Eastern Promises
homerian |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs XML | Subscribe to RumahFilm.org by Email Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |