
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
![]() 4 Luni, 3 Saptamani si 2 Zile
aka 4 Months, 3 Weeks, and 2 Days: Inilah penerima Palem Emas itu. Dibuka dengan sebuah adegan 3 detik. Sebatang rokok dengan asap mengepul tenang, berlatar belakang ikan hias yang berenang gelisah dalam akuarium kecil. Detik berikutnya, kamera seperti melangkah mundur. Seseorang –yang kemudian kita kenal sebagai Gabita-- mengambil rokok sebatang itu, mengisapnya dengan sedikit gemetar. Detik selanjutnya, kamera makin mundur, dan sebuah ruang makin jelas terlihat. Lalu terdengar sebuah kata menyatakan kesanggupan, “OK”. Dan terlihatlah Otilia, yang akan jadi pengantar kita mengalami seluruh peristiwa dalam 4 Months, 3 Weeks, 2 Days. 4 Months mengangkat sebuah subjek yang “terlupakan dalam sejarah,” menurut Traian Basescu, Presiden Romania saat ini. “Saya lupa bahwa Romania pernah mengalami era suram, hingga saya menonton film ini,” kata Basescu seperti yang dilansir sebuah media lokal. 4 Months memang mengangkat sebuah subjek sensitif di era komunis: aborsi. Ketika komunis berjaya di periode 1947 hingga 1989, di Rumania, puluhan ribu ibu muda tewas karena aborsi ilegal. Christian Mungiu, sutradara sekaligus penulis skenario juga tumbuh di masa itu, ketika banyak remaja perempuan sebayanya mengalami trauma karena upaya aborsi. 4 Months juga banyak merekam detail-detail spesifik tentang situasi Rumania di era Nicolae Ceausescu itu. Pasar gelap, barang selundupan, aksi sogok, hingga kehidupan pelajar-pelajar yang terwakili oleh karakter Otilia, Gabita, serta remaja-remaja yang tinggal di asrama mahasiswa. 4 Months juga memotret kondisi psikologis dan mental masyarakat Rumania masa itu lewat karakter-karakter di film ini. Tanpa bermaksud mengotakkan film ini dalam kelas-kelas kategori, 4 months adalah sebuah thriller. Bukan thriller dengan adegan-adegan seperti pada umumnya film-film macho yang membuat Anda seperti ingin lompat dari kursi. Juga bukan film menegangkan macam film-film horor dengan efek suara yang menghebohkan. Tak ada yang menghebohkan dalam adegan-adegan film ini. Thriller yang ditawarkan oleh 4 Months menyusup pelan-pelan, meneror dengan halus tanpa disadari. Dimulai dari kesibukan Otilia mencari hotel, menemui pacarnya, meminjam uang hingga menunggu lelaki misterius yang disebut Mister Bebe. Aktivitas Otilia itu memang bukan bahan yang empuk untuk sebuah ramuan thriller. Tapi Otilia –lewat aktivitasnya sepanjang film, gerak tubuh dan sikapnya— menampakkan keresahan dan kegalauan yang nyata, berkat seni pemeranan yang mengagumkan dari Anamaria Marinca. Tak ada musik atau suara yang menggelegar –ramuan basi film-film thriller konvensional. Otilia adalah thriller itu sendiri. Dan Gabita adalah pemicunya. Laku mereka berdua saja sudah cukup membuat saya ikut gelisah tak tenang duduk. Dan Mungiu bisa mengatur alur cerita, menjaga keseimbangan tempo, hingga ketegangan itu terus terasa, mantap, dan pasti. Ketegangan itu sampai pada puncaknya: adegan di kamar hotel itu, ketika Gabita, Otilia, dan lelaki misterius yang dipanggil Mister Bebe berkumpul. Segala bahaya aborsi di paparkan Mister Bebe. Dari bahaya fisik untuk sang ibu muda hingga hukuman penjara bagi mereka. Dan segalanya kemudian menjadi jelas. Bahwa bukanlah aborsi yang menjadi masalah bagi Mister Bebe ketika berulangkali ia berteriak kesal, “memangnya saya menyebut-nyebut soal uang dalam pembicaraan kita?” Setelah itu, 4 Months kembali mengalir. Tak ada dramatisasi. Apa yang terjadi selanjutnya memang sudah seharusnya terjadi. Semua begitu nyata. Adegan berlangsung tenang, dan karena itu pulalah adegan di kamar hotel ini begitu mencengangkan. Atau lebih tepatnya, adegan ini menampilkan ‘shocking image’ yang efektif. Begitu realistisnya, hingga seorang penonton ambruk dari kursinya. Pingsan! Dan seorang teman saya, laki-laki, mengaku ikut mual. 4 Months tak berhenti sampai di situ. 4 Months tidak juga menawarkan sesuatu yang menenangkan. Mungiu seperti ingin mengajak kita untuk ikut merasakan ‘thriller’ Otilia berikutnya. Ritme yang terjaga hingga akhir inilah yang membuat 4 Months menjadi film dengan sruktur yang sangat kuat. Dari segi penyutradaraan, seni peran para pemain, hingga kinerja sinematografernya, Oleg Mutu, semua terjaga tetap kuat. Sekilas dalam 4 Months, Mutu seperti sedang ikut-ikutan tren minimalis. Di awal, kamera Mutu memang lebih banyak diam mengamati, dan berjarak. Tapi kemudian ia seperti ikut arus ‘gelisah’ yang dihadapi Otilia. Metodenya berubah. Kamera handheld, cahaya alamiah, dan warna minimal. Teknik ini –ditambah dengan skenario—yang realis membuat 4 Months berbeda tipis dengan dokumenter. Dan metode ini pas dan berhasil menjadi satu jiwa dengan alur dan ritme 4 Months. Sebelum 4 Months, film Mungiu yang lain, Occident, pernah terpilih di Director’s Fortnight pada Cannes 2002. Film itu membuat Mungiu bisa meyakinkan sejumlah pendonor untuk membiayai filmnya yang berikut. 4 Months, 3 Weeks and 2 Days tercatat sebagai film Romania pertama yang mendapatkan Palem Emas di Cannes Film Festival 2007, sekaligus juga mendapat FIPRESCI Award di ajang yang sama.
4 luni, 3 saptamani si 2 zile
aka 4 Months, 3 Weeks, and 2 Days |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |