The International Documentary Film Festival Amsterdam 2007
35 Tahun Kemudian
oleh Ekky Imanjaya
Redaktur Rumahfilm.org, Amsterdam

Baru seminggu FTA (Free the Army, 1972) garapan perdana Francine Parker diputar, tiba-tiba film itu hilang secara misterius. Dalam sebuah wawancara Parker menyatakan bahwa Rezim Nixon yang melenyapkannya. Dan ndilalah, film bernilai sejarah ini muncul kembali di malam pembukaan International Documentary Film Festival Amsterdam (IDFA) 2007, Kamis (22/11).

Agaknya wajar dokumenter ini dianggap membahayakan pemerintah AS. Film berdurasi 90 menit  ini bercerita tentang sebuah gerakan subversif dari sekelompok seniman Amerika Serikat—termasuk Jane Fonda dan Donald Sutherland. Mereka bergerak di awal 1970, menggelar aksi anti perang (khususnya Vietnam) langsung di barak-barak militer AS, di antaranya  di Jepang dan Philiphina. Tidak hanya anti perang di Asia, mereka juga mengibarkan isu gender dan ras dalam tubuh tentara.

Kelompok yang menamakan diri Free the Army (FTA) ini  menyajikan humor satir, nyanyian (di antaranya oleh penyanyi aktivis HAM, Len Chandler, juga Aminadav Aloni, Rita Martinson, dan Holly Near), puisi, dan banyak lagi.  

Dan secara legal, mereka membagi-bagikan undangan. Dan, ribuan tentara, yang satu misi dan visi dengan mereka, bergabung, menyuarakan anti perang. “Ribuan G.I. datang ke tempat pertunjukkan. Tak ada seorang pun para petinggi di sana yang mampu menahan mereka”, kenang Len Chander, yang hadir saat pemutaran.

Tidak hanya itu,  mereka juga ikut dalam berbagai demonstrasi dan aksi seni gerakan yang sama di Philiphina dan Jepang. Bahkan, FTA menjadi semacam gerakan penghubung komunikasi antara AS dengan penduduk setempat.

Dan tepat di saat Jane Fonda—kala itu sudah mengantongi Piala Oscar untuk Klute (1971)—mengadakan perjalanan kontroversialnya ke Hanoi, film itu diputar untuk publik di AS. Dan tak sampai seminggu di bioskop, rekamannya lenyap bak ditelan bumi. Hingga malam itu, 35 tahun kemudian, ia masuk dalam program Reflecting Images: Panorama di IDFA 2007.

Sayang sekali, pada 8 November, 14 hari sebelum Hari H, sang sutradari wafat karena gagal jantung. Padahal anggota perempuan ke-11 dari Director’s Guild of America ini direncanakan hadir di IDFA. “Francine adalah seorang yang paling menyebalkan dan perfeksionis sekaligus idealis dan mengasyikkan yang pernah saya kenal,” ungkap Chandler pada pidato pembukaannya.

Parker, kelahiran New York 18 Desember 1925, adalah wanita yang selalu mengampanyekan perbanyakan pertisipasi wanita dalam industri film Amerika. Sebagai presiden Women for Equality in Media, ia memimpin demosntrasi anti American Film Institute pada 1971 yang memprotes ketidakhadiran wanita di institusi itu. hasilnya, ada 7 wanita di Center for Advanced Film Studies, padahal sejak 1969 tak ada seorang pun perempuan yang berkiprah di sana.

Dan kehadiran kembali film kontroversial ini begitu berarti. Saat itu, tidak banyak selebriti Hollywood yang ikut serta dalam demonstrasi anti perang Vietnam. Juga kondisi saat ini tidak banyak berubah dari 1972, sebagaimana yang diutarakan Chandler. “Saya kecewa dengan keadaan sekarang, amerika belum juga berubah,” tuturnya. „Semoga film ini tidak hanya menggugah perang di masa lalu, tapi juga di masa kini“. Semoga.  

Judul: FTA

Sutradara: Francine Parker

Produksi: AS, 1972

Durasi: 90 menit

Kabar lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org