South To South Film Festival 2008
Siaran Pers

Dulunya, Indonesia dijuluki megabiodiversity, tapi sejak dekade lalu berubah. Negeri kepulauan ini mengalami tingkat laju kepunahan flora dan fauna tertinggi di dunia. Hal itu terjadi akibat degradasi hutan, konversi lahan tak terkendali, eksploitasi sumber daya alam masiv di daerah hulu yang menurunkan daya dukung lingkungan.

Mengapa South to South (StoS)?

StoS berarti selatan ke selatan. Festival ini bertutur visual tentang eksploitasi SDA di negara-negara selatan, umumnya negara dunia ketiga kaya sumber daya alam, yang mendapatkan manfaat sedikit dari kekayan alamnya.

Potret kelompok-kelompok tergusur dan penghancuran masiv kawasan hulu tersebut sangat jarang bahkan tak pernah sampai ke ruang-ruang publik dikota. Cerita itu bersaing dengan promosi pebisnis dan pemerintah untuk terus menerus mengeksploitasi sumber daya alam kita.

Sementara itu, kota menjadi tujuan migrasi kelompok-kelompok tergusur dan akumulasi penduduk menengah ke atas yang menyumbang tinggi gaya hidup konsumtif, yang tak mampu memproduksi kebutuhannya sendiri, baik pangan, air dan energi. Keberlanjutan mereka, bergantung kawasan hulu.

StoS akan menjembatani cerita dari negara selatan ke selatan lainnya dan membawa cerita dari hulu ke kota, agar solidaritas perjuangan terbangun antara mereka.

Film-film yang diputar pada StoS kedua ini akan mengambil tema “Vote for life” atau memilih untuk memperjuangkan kehidupan. Film ini akan bercerita isu lingkungan yang menentukan kehidupan manusia sehingga layak dikampanyekan, juga potret penduduk lokal yang memilih berjuang yang bertahan dan memperjuangkan kehidupannya, hingga kemenangan-kemenangan yang mereka raih saat berjuang.

Film yang dipilih diharapkan bisa membuat penonton memahami isu seputar lingkungan, perjuangan penduduk lokal dan keberhasilananya. Penonton akan terbuai cerita, bukan tidak mungkin kemudian memilih ikut berjuang melindungi lingkungannya sendiri.

Ada dua jenis film yang akan diputar, yaitu film pendek dan film panjang. Pemutaran film panjang akan diikuti dengan diskusi, yang akan mengajak mengetahui lebih lanjut seluk beluk dan kondisi yang dipaparkan dalam film yang baru ditonton. Untuk film pendek, tersedia “pojok lamin” – ruang putar khusus, penonton bebas memilih film yang ingin ia tonton.

Panitia StoS memberikan kesempatan individu ataupun institusi untuk berpartisipasi dengan mengirim film anda untuk diputar pada South to South Film Festival 2008, yang penyelenggaraannya diundur menjadi tanggal 25-27 Januari 2008 di Goethe Haus Jl. Sam Ratulangi Jakarta.

Kami mengundang anda untuk mengirimkan karya anda yang memenuhi kriteria berikut:

  • Kesesuaian film dengan tema
  • Film panjang berdurasi 31-100 menit, sementara film pendek durasinya 5-30 menit
  • Tidak mengandung unsur SARA & pornografi
  • Format: DVD Video / VCD PAL / VHS / MiniDV PAL
  • Jika film berbahasa asing, setidaknya minimal mempunyai subtitle bahasa inggris.
  • Segala materi dalam film tak melanggar hak cipta dan segala materi isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Film yang akan diputar selama StoS akan dicantumkan untuk kepentingan publikasi dan kepentingan non-komersil lainnya.

Waktu pengumpulan film DIPERPANJANG sampai tanggal 4 Desember 2007. Mohon sertakan data anda atau kirimkan email ke southtosouth2007@gmail.com untuk mendapatkan formulir pengumpulan film. Kirim dalam amplop tertutup copy film anda beserta data dengan tulisan dipojok kiri atas SOUTH TO SOUTH FILM FESTIVAL 2008 ke alamat berikut:

JATAM (up. Voni Novita)
Jl. Mampang Prapatan II no 30
Jakarta Selatan 12790

Film yang masuk akan diseleksi oleh panitia untuk diputar pada South to South Film Festival kedua pada tanggal 25-27 Januari 2008. Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi:
Melly (0815 7469 7006), Duy (021 9372 3656), atau email: southtosouth2007@gmail.com

Kabar lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org