
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
Behind the Scene “MEREKA BILANG SAYA MONYET!” adalah debut penulis Djenar Maesa Ayu sebagai sutradara film. Film ini menceritakan tentang seorang penulis bernama Adjeng yang masih terkurung dalam baying-bayang masa lalunya. Penjara inilah yang membentuk karakter Adjeng yang mendua. Kehidupan Adjeng yang dekat dengan pesta, alkohol, dan seks, terasa begitu kontradiktif dengan profesi yang digelutinya selaku penulis cerita dongeng anak-anak. Kontradiksi ini pun tercermin dalam cara ia menghadapi ibunya. Di depan Ibu, Adjeng terlihat begitu tak berdaya dan pasif, sementara ketika sedang bersama teman-teman dan kekasihnya, Asmoro, ia terlihat amat agresif. Keinginannya untuk lepas dari semua tekanan inilah yang mendorong Adjeng untuk mengekspresikannya ke sebuah karya tulis dewasa. Proses kreatif tersebut akhirnya membuka pintu imajinasi yang mengaburkan antara masa lalu dengan masa kini, dan imajinasi dengan realitas. Maka mulailah muncul tokoh gadis kecil berumur 9 tahun. Dan remaja berusia 14 tahun, yang hidup jauh dari bahagia. Namun hal tersebut membuat Adjeng harus menghadapi masalah dilematis antara ia dengan Ibunya sendiri, pusat dari rasa cinta, kekecewaan, dan trauma. Tiga cerita dari ketiga tokoh Adjeng, gadis kecil, dan gadis remaja, dikemas dalam tehnik penceritaan dan pengadeganan yang tidak linear namun paralel. Pengadeganannya realis namun adegannya tidak realis., semisal, dalam satu scene tokoh-tokoh bisa berubah menjadi tokoh lain, dalam suasana yang sama, tetapi memuat dua cerita dan pengertian yang berbeda. Walau ketiga cerita nyaris dapat dinikmati sendiri-sendiri, namun mereka pun nyaris mustahil untuk. dipisahkan. Apakah mereka, gadis kecil dan gadis remaja, merupakan masa lalu atau hanyalah tokoh-tokoh fiktif yang diciptakan Adjeng? Dan mengapa terjadi konflik antara Adjeng dengan Ibu? Film berdurasi 90 menit ini adalah debut pertama Titi Sjuman yang memerankan tokoh utama, dan juga didukung oleh aktor-aktor kawakan, Henidar Amroe, Ray Sahetapy, Bucek.Dep, Agust Melasz, dan Jajang C. Noor. |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |