Mencari Janda di Kawin Kontrak
Siaran Pers

"Kalau ada masalah lain janda di Puncak itu urusan lain. Jadi orang-orang Arab yang mencari janda-janda di kawasan Puncak bisa memperbaiki keturunan. Nanti mendapatkan rumah kecil, rumah BTN, ini kan artinya sah-sah saja. Walau kemudian para turis tersebut meninggalkan mereka, ya tidak apa-apa. Karena anak mereka akan punya gen yang bagus bisa TV yang menjadi aktor-aktris TV yang cakep-cakep" - Jusuf Kalla – 2006, tentang fenomena Kawin Kontrak di kawasan Puncak.

Bukan orang Arab, juga bukan turis, kali ini sutradara Ody C. Harahap (Bangsal 13, Alexandria, Selamanya...) yang mengunjungi kawasan Puncak selama kurang lebih 2 minggu untuk melakukan shooting film layar lebar berjudul KAWIN KONTRAK.

"Cerita filmnya sendiri sebenarnya ber-setting di Sukabumi, tapi dari segi kemudahan dan jarak dari Jakarta, kawasan Gunung Mas di Puncak ini memang yang paling pas," jelas Ochay – panggilan akrab sutradara yang dikenal jeli mengolah skenario menjadi tayangan audio-visual yang tajam.

Kawin Kontrak yang akan dirilis 9 Januari 2008 oleh MVP Pictures ini mengambil genre komedi, bercerita tentang petualangan Rama, Dika, dan Jody yang baru lulus SMU untuk mendapatkan pelampiasan darah muda mereka dengan cara melakukan kawin kontrak dengan tiga perempuan kampung. Jody yang terobsesi dengan perempuan yang lebih tua kawin kontrak dengan Teh Euis janda kembang beranak satu. Dika yang cenderung suka kekerasan kawin kontrak dengan Rani yang lihai menggebuk kasur. Rama si playboy pemilih jatuh cinta dari pandangan pertama dengan kecantikan Isa yang natural. Kawin kontrak yang inginnya dijadikan sebagai jalan keluar justru menjadi awal dari petualangan libido yang penuh kelucuan dan kejutan bagi sang tiga jagoan dalam perjuangannya menaklukkan cewek idaman mereka. Hingga akhirnya Rama, Jody, dan Dika menemukan sesuatu yang selama ini ditutupi oleh gejolak hormon mereka.

"Komedi sensual deh!" cetus Ricky Harun (Pulau Hantu) yang memerankan Jody yang polos tapi menyukai wanita `berpengalaman'. Aktingnya yang sangat natural di Pulau Hantu dipandang pas untuk memerankan anak muda yang polos tapi `tahu banyak' tentang teknik-teknik bercinta.

"Aslinya aku mana ngerti kaya gituan. Tapi supaya lebih masuk ke karakter Jody aku diajarin banyak sama Mas Ochay tentang seks dan alat-alat bantunya," kata Ricky sambil tertawa geli. Lanjutnya, "Sebut deh semua nama obat kuat... Sekarang aku tau semua jenisnya!"

Lain lagi pengalaman HeriChan yang memerankan Dika, pemuda yang memiliki kecenderungan sadomasochist.

"Pembelajaran peran saya lebih ke pendalaman batin karena saya harus bisa ngerasain rasa sakit menjadi kenikmatan," jelas HeriChan yang bertubuh gempal ini.

"Waktu workshop saya harus rela dipukul dengan sabuk sambil ngaca untuk dapetin ekspresi nikmat yang paling bener." tambahnya geli. Tapi yang paling mendebarkan bagi HeriChan adalah karena ia harus banyak melakukan adegan hot dengan Masayu Anasthasia.

"Nggak akan ada satu cowok yang bisa tetep cool kalau berhadapan dengan Masayu! Nggak bakal!" kata Heri. Ketika dikonfirmasikan langsung ke Masayu Anasthasia (Satu Kecupan, Selamanya…), yang ditanya hanya tersenyum. Peraih nominasi Aktris Pemeran Pembantu Terbaik FFJ 2007 lewat film Selamanya… ini berkilah hanya menjalankan peran sebaik-baiknya.

"Kalau disuruh tampil menggoda ya udah saya jalanin aja walaupun sebenernya saya merasa nggak seksi-seksi banget," ujar Masayu. Kematangan akting bintang muda ini sudah diakui oleh banyak orang ketika tampil sebagai penari panggilan di Selamanya... Memerankan perempuan yang dikontrak untuk dijadikan istri sementara diakui Masayu bisa menimbulkan prasangka negatif tapi justru disitulah kekuatan karakter dan cerita dalam Kawin Kontrak.

"Mana ada sih yang terang-terangan setuju dengan konsep kawin kontrak? Yang menarik buat saya karena ini adalah masalah sosial. Saya senang kalau berhasil mengantarkan pesan yang positif buat penonton perempuan," tandas Masayu.

Senada dengan Masayu, aktris pendatang baru Dinda Kanyadewi yang memerankan tokoh Isa mengatakan bahwa tema seksualitas memang dekat dengan perempuan.

"Kalau emang cerita di Kawin Kontrak merugikan perempuan, ngapain juga saya mau main di film ini," ujar Dinda. Lanjut Dinda, film Kawin Kontrak justru sangat dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia.

"Kawin kontrak itu lucu, sensual, dan sangat Indonesia. Rugi kalau buruk sangka duluan!" tegas Dinda.

Didukung oleh aktor dan aktris kawakan seperti Lukman Sardi, Mieke Amalia dan Unang Bagito serta iringan lagu-lagu baru dari grup band terkenal NAIF, Kawin Kontrak akan rilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 9 Januari 2008.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Barrie Setyawan
Publicist

MVP PICTURES
Jl. Ciniru I No. 15 A
Kebayoran Baru – Jakarta Selatan

Kabar lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org