
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
![]() Film DEMI CINTA Kolaborasi Fahrani dan Upi Jakarta, 1 Oktober 2007 – Model Indonesia yang telah mendunia, Fahrani, telah terpilih untuk menjadi peran utama dalam film terbaru Upi yang berjudul Demi Cinta. Sebelumnya, Fahrani telah menjadi pemeran pendukung dalam film “Kala”, sementara Upi telah menyutradarai “30 Hari Mencari Cinta” dan “Realita Cinta & Rock ‘N Roll”. Film ini memulai masa shooting tanggal 23 September 2007 dengan lokasi di Jakarta. Masa shooting-nya sendiri akan berlangsung selama 15 hari, sampai dengan 8 Oktober 2007. Demi Cinta adalah sebuah kisah cinta yang klasik, tapi kali ini diceritakan dengan cara yang berbeda. Film Demi Cinta bercerita tentang hubungan cinta antara Anjani dan Radit yang mendapat tentangan dari orang tua Anjani. Anjani pun memilih meninggalkan keluarganya untuk kawin lari dengan Radit. Tanpa bekal uang dan pekerjaan tetap, kehidupan yang keras harus mereka jalani. Kecemburuan Radit yang sangat besar menyulitkan Anjani mempertahankan kerjanya. Sementara ketergantungan Radit terhadap obat-obatan terlarang membuatnya diusir dari band tempatnya menggantungkan harapan. Namun, kekuatan cinta mereka membuat semua kepahitan hidup mereka tidak terasa. Sampai, pada suatu hari, Anjani mendapati dirinya hamil. Radit dan Anjani dibangunkan oleh kenyataan, bahwa hidup mereka harus berubah. Seberapa besar lagikah pengorbanan yang harus diberikan Radit dan Anjani demi mempertahankan cinta mereka? “Cerita film ini sebenarnya sudah saya simpan sejak lama,” tutur Upi yang juga menulis sendiri sekanrionya. “Sebuah cerita yang simpel dan sederhana, tapi sangat riil. Tentang dua orang yang sangat saling mencintai, sampai harus merelakan cintanya itu pergi,” lanjut Upi. “Saya sebenarnya tidak punya target untuk menjadi pemain film, tapi saya suka banget sama skenario film ini. Ketika saya ditawari untuk bermain dalam film ini, saya minta untuk membaca skenarionya terlebih dahulu. Tapi baru setengah dari skenario itu saya baca, saya langsung angkat telpon dan bilang saya mau menjadi pemeran utama dalam film ini,” ujar Fahrani yang ketika itu masih berada di Milan. “Apalagi karena sutradaranya Upi. Saya sudah tahu karya-karya Upi, dan dia selalu bercerita tentang hal-hal yang riil, tapi ia buat dengan cara yang berbeda.” Dalam film Demi Cinta, Fahrani akan berperan sebagai Anjani, seorang perempuan muda yang berani membuat pengorbanan demi cintanya kepada Radit (diperankan oleh Vino Bastian). Dalam film ini, bukan saja untuk pertama kalinya ia menjadi peran utama, tapi tuntutan peran yang harus dibawakannya pun jauh lebih berat dan kompleks. “Memerankan Anjani adalah sebuah tantangan tersendiri buat saya. Ia adalah seorang rebel dan karakternya itu khas anak muda jaman sekarang. Karakter yang bisa kita lihat di mana-mana, tapi belum pernah ada film yang mengangkat karakter seperti ini,” tutur Fahrani. “Apalagi, dalam film ini untuk pertama kalinya saya benar-benar merasakan apa itu akting. Bagaimana mengeluarkan emosi-emosi dalam diri saya yang tadinya saya gak sadar saya miliki.” Untuk persiapan film Demi Cinta ini, Fahrani pun datang ke Jakarta dua minggu sebelum shooting mulai, dan selama sepuluh hari berturut-turut menjalani pendalaman karakter bersama Upi. “Jadwal pendalaman karakter saya full selama sepuluh hari, dari pagi sampai malam, karena saya ingin memberikan 100% dari diri saya dalam film ini. Dan ternyata saya enjoy banget!” lanjut Fahrani. Film Demi Cinta juga didukung oleh penampilan pemain-pemain film Indonesia seperti Melissa Karim, Mario Merdithia, Joshua Pandelaki, Nungki Kusumastuti dan Vivian Idris. Sementara original soundtrack-nya akan digarap oleh Kerispatih. Film Demi Cinta adalah produksi kedua IFI (PT Investasi Film Indonesia) dengan Upi, setelah sebelumnya ia menjadi produser untuk film pertama IFI, “Coklat Stroberi” (yang baru-baru ini memenangkan penghargaan film terbaik dari Bali International Film Festival). IFI sendiri adalah sebuah perusahaan investasi film yang kini juga mulai memproduksi filmnya sendiri. Sebelumnya IFI telah melakukan investasi terhadap film-film seperti “Banyu Biru”, “Alexandria”, “Untuk Rena”, “Garasi” dan “Berbagi Suami”. “Tujuan utama IFI adalah memajukan perkembangan film Indonesia, baik melalui investasi terhadap film-film bermutu, maupun melakukan produksi sendiri yang tujuannya untuk memberikan support kepada bakat-bakat muda. Bagi kami, Upi adalah sutradara muda yang bakatnya sudah tidak perlu diragukan lagi, dan film-film yang ia tangani memiliki keunikan yang khas. Kami percaya tiap bakat kreatif harus diberikan ruang untuk menyuarakan keunikan mereka masing-masing,” tukas Adiyanto Soemardjono, executive producer dari IFI.
Informasi lebih lanjut atau permohonan foto:
Kontak: Amanda (publicist) |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |