Tumbuh Dalam Badai
Siaran Pers

Peluncuran film dan diskusi 24 Januari 2008, pukul 19. 00 GoetheHaus, Jl. Sam Ratulangi 9-15, Menteng, Jakarta Pusat Sutradara: IGP Wiranegara; Editor: Sastha Sunu; Produser: Putu Oka Sukanta

"Tumbuh dalam badai" adalah kisah beberapa anak yang berjuang hidup dalam tekanan diskriminasi secara struktural karena orang tua mereka menjadi korban Tragedi Kemanusiaan 1965/66. Mereka pantang menyerah, tumbuh dalam berbagai kondisi untuk bertahan hidup dan mengembangkan dirinya menjadi manusia baru.

Salah satu sosok dalam film ini adalah Wangi Indrya, dalang wayang kulit yang juga penari dan penyanyi. Dia anak salah seorang dalang wayang kulit yang pada zaman Orde Baru menjadi tahanan politik. Wangi Indrya akan mementaskan tarian "Topeng Klana" sebelum pemutaran film. Setelah pemutaran film akan ada diskusi.

Film ini menampilkan salah satu wajah sejarah bangsa Indonesia. Putu Oka Sukanta, lahir 1939 di Bali, adalah salah seorang sastrawan Indonesia penting. Ia menjadi tahanan politik tahun 1966-76, tanpa diadili, ketika regim Soeharto memburu orang-orang yang dianggap komunis. Setelah dipindahkan dari sel penjara, ke penjara seluas Nusantara, Orde Baru terus melakukan pengawasan, diskriminasi dan stigmatisasi. Tetapi ia setia terus menulis dengan semboyan "Menulis adalah perjuangan untuk hidup" (Writing is struggle for live), sehingga ia menghasilkan beberapa buku kumpulan puisi, novel dan kumpulan cerita pendek, tentang penjara, dan orang-orang yang dimarjinalkan. Diantaranya diterjemahkan ke bahasa asing dan terbit di luar negeri. Sampai sekarang masih tetap menulis puisi, cerpen, novel, buku kesehatan, dan memproduksi film dokumeneter.

Putu sejak tahun 1990-an aktif dalam program penanggulangan pandemi HIV/Aids, dengan pendekatan komplementer, baik dalam bentuk pelayanan maupun pelatihan. Karena beberapa prestasinya ia sempat diundang ke beberapa negara untuk mempresentasikan kegiatannya baik dalam bidang sastra maupun kesehatan.

Kabar lainnya | Awal tulisan

awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs
Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org.
Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik
© 2007 rumahfilm.org