
![]() |
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs |
Ayat-Ayat Cinta, Perwujudan Mimpi Hanung Bramantyo Akhirnya, terwujudlah impian sutradara Hanung Bramantyo untuk menggarap film relijius. “Saya menunggu ada produser yang ingin membuat film Islam. Tapi hingga film keenam saya, tidak ada satu pun produser yang berminat untuk membuat film Islam. Bahkan produser Islam pun tidak,” ungkapnya, dengan nada bergetar. Ia menyatakan bahwa ia kerap ditolak organisasi Islam saat menawarkan ide ini. Karenanya ia salut kepada MD Pictures yang sudi mengadaptasi novel laris Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy, walau mereka non-Muslim. Bagi Hanung, membuat film Islami sangat signifikan bagi dirinya, karena itulah pesan orang tuanya saat ia akan hijrah dari Jogjakarta menuju ibukota Jakarta. Hanung sendiri, sewaktu kecil, berkutat di komunitas relijius, khususnya Muhammadiyah. Manoj Punjabi, sang produser, berharap film ini akan diminati tidak hanya dari kalangan Muslim, namun juga “…yang biasa menonton film hantu, drama remaja, dan penonton bioskop lainnya”. Untuk penasehat di bidang agama, dipilih Dr Dien Syamsudin, Ketua Umum Muhammadiyah dan wakil ketua MUI. “Film ini bisa kita harapkan menjadi sarana dakwah Islamiyah. Inilah film yang selama ini bisa didambakan. Bernafaskan Islami, kita berbicara tentang cinta yang merupakan bahasa universal yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia dan dunia pada umumnya.” Film ini akan dibintangi oleh Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Carrisa Putri, Melanie Putria, dan Zaskia Adya Mecca. Sedangkan kru diperkuat oleh sinematografer Faozan Rizal, dan duet penulis skenario pasutri Salman Aristo-Ginatri S. Noer. “Saya mengajak Ginatri karena ada hal-hal dalam novelnya yang hanya dimengerti oleh wanita,” ucap Salman. Walau tokoh Nouri dan Aishah berbahasa Arab, namun di film ini, akan diadaptasi ke bahasa Indonesia. “Ya, seperti Memoirs of Geisha,” ungkap Aris. “Kami sudah membuat dialog berbahasa Arab, namun ditolak karena dianggap tidak komunikatif,” imbuh Gina. |
|
awal | resensi | wawancara | artikel | esai | kabar terkini | filmsiana | agenda | hubungi kami | peta situs Untuk saran dan kritik kirimkan ke kritiksaran@rumahfilm.org. Untuk sumbangan artikel, berita dan esai kirimkan ke redaksi@rumahfilm.org. Gunakan minimum display setting 1024 x 768 dan Mozilla Firefox sebagai browser agar memperoleh tampilan website terbaik © 2007 rumahfilm.org |